Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 13, 2025

Surat Kecil Tentang Diri Dan Sepi

Adapun batin itu, tiadalah ia bersuara, melainkan bersemayam di antara napas dan diam. Ia tiada memanggil, tiada pula mengusir; hanya menanti seperti tanah menanti hujan. Maka di dalam batin segala luka berdiam, tiada meminta disirnakan, hanya hendak diakui bahwa ia pernah menjadi bagian. Rindu pun demikian adanya— ia menetap tanpa arah, menjadi senyap yang setia. Adakalanya diri menjadi letih, langkah pun berat, namun batin tetap tegak bagai rumah tua yang telah lama berdamai dengan hujan dan angin. Retaknya tak lagi diratap, sebab ia telah mengerti fungsi bertahan. Ketahuilah, hening bukanlah ketiadaan. Ia ialah hamparan tempat segala rasa dititipkan agar tidak binasa. Di sanalah kehilangan belajar berdiam, dan harap disimpan tanpa janji. Batin mengenal waktu bukan sebagai kejar, melainkan sebagai lintasan yang harus dilalui dengan tunduk dan sabar. Ia mengajar kuat tanpa gegap, tabah tanpa sorak. Di dalam dada, duka menua seperti kayu, rindu t...