Sebatas mengagumiπ·
π· Bagian Ketiga — Lalu Aku Bertemu Cinta yang Baru Waktu berjalan, pelan tapi pasti, menyembuhkan luka yang dulu terasa mustahil untuk pulih. Hari-hari yang dulu penuh bayangmu kini terisi dengan tawa yang berbeda — lebih lembut, lebih tenang, bukan karena aku lupa, tapi karena aku sudah sembuh. Aku tidak tahu kapan tepatnya hati ini mulai membuka pintu lagi. Mungkin saat aku tak lagi mencari sosokmu di setiap wajah yang lewat, atau mungkin saat aku mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari masa lalu. Suatu hari, aku bertemu sepasang mata yang menatapku tanpa beban, tanpa bayangan. Tatapan yang tidak menuntut untuk dikenang, hanya ingin hadir di hari ini — tanpa menggantikan siapa pun, tanpa membandingkan dengan siapa pun. Dan entah mengapa, di dalam tenangnya tatapan itu, aku merasa seperti pulang. Bukan pulang pada masa lalu, tapi pulang pada diriku sendiri — yang pernah hancur karena cinta, dan kini tumbuh lagi karena cinta yang lain. Dia tidak datang dengan janji, ...