Kita Yang Hilang
Aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana— seperti berdiri di tepi senja yang terlalu indah untuk dijelaskan, namun terlalu cepat untuk ditahan. Setiap kali ingin menceritakan tentangmu, kata-kata berhenti di tenggorokan, seperti hujan yang menggantung di langit enggan jatuh karena takut merusak tenang. Bukan karena tak ada yang bisa dikatakan, tapi karena kamu adalah kumpulan hal-hal baik yang terlalu utuh untuk dipecah menjadi kalimat. Dan aku… hanya seseorang yang tak pernah cukup pandai merangkai keindahan tanpa membuatnya terasa kurang. Kamu itu… baik. Seperti laut yang tak pernah menolak sungai, seperti langit yang selalu memberi tempat bagi burung-burung pulang. Terlalu baik— sampai aku sendiri bingung harus menempatkanmu sebagai apa dalam hidupku: rumah, atau sekadar persinggahan yang terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Dan mungkin di situlah semuanya mulai terasa berat. Sebab andai kamu adalah luka, aku bisa belajar membenci. Andai kamu adalah badai, aku bisa berlari men...