Kemenangan yang Diam-Diam
Aku tidak merayakan apa pun hari ini. Namun di dadaku, ada ruang yang akhirnya terasa tenang, Aku menang bukan karena mampu melupakanmu seketika, melainkan karena berhenti menaruh harap pada pintu yang tak lagi terbuka. Keikhlasan datang perlahan, seperti senja yang menurunkan cahaya tanpa meminta malam cepat akan tiba. tidak menghapus ingatan, hanya mengajarkanku cara menyimpannya dengan tenang. Jujur aku pernah mencintaimu dengan seluruh yang kupunya. Dan itu tidak salah. Yang salah hanyalah meminta tinggal pada sesuatu yang sudah lama pergi. Hari ini aku berdiri tanpa menyebut namamu di doa-doa yang panjang. Bukan karena namamu hilang, melainkan karena hatiku tak lagi menggantungkan hidup pada satu arah lagi. Inilah kemenanganku: ketika aku mampu tersenyum tanpa menoleh ke belakang, ketika aku bisa berjalan tanpa membawa beban yang sama. Jika suatu hari ingatan tentangmu singgah, aku akan menyambutnya seperti tamu lama— dikenang, lalu dilepas pulang dengan sapa an sederhana, Ak...