Aksara senja

 RINDU YANG TAK LEKANG TERHAPUS WAKTU.



pada malam-malam panjang yang tak bersuara.

Aku menyertaimu dan melangitkan doa-doa, Atas nama rindu yang kini bermuara pada jantung cinta.

aku selalu terjaga sampai pagi datang menyapa.

Membasuh luka bermandikan air mata.

Segala jatuhku atas kepergianmu telah tiba.

Ada rindu yang terus menyiksa batinku hingga terus berduka.

tak bisa aku bayangkan bagaimana hari itu aku harus kehilanganmu.

seketika hatiku runtuh seperti di bunuh,

namun perasaanku terus tumbuh terjaga utuh.

pada akhirnya,

Aku hanya bisa merindukanmu.

Merayakan kepergian pada setiap malam.

Menanti sosokmu yang telah jauh menyisakan rindu.



Semua tentangmu tak pernah lekang di hapus waktu.

Berat bagiku harus menerima kenyataan,

Bahwa kau takkan pernah kembali datang.

Entah ini suatu kebodohan atau kegagalan.

aku tidak peduli 

Meski aku jalani hari-hari berteman dengan sepi.

merindu seorang diri membayangkan sosokmu yang takkan pernah kembali. 

Entahlah bicara tentang mu,

Netraku selalu gagal menghadirkan tegar.

Ia tetap berlinang hebat di kala bayangmu menjelma.



Aku adalah rembulan yang sendu,

bersinar redup di langit kelabu.

Tersenyum aku, tertawa aku,

bukan karena bahagia bertamu.

Senyumku hanyalah jubah tipis,

menyelimuti hati yang teriris.

Tawaku bagai angin di padang,

terdengar riang,

tapi hampa saat datang.

Kutata senyum seperti lentera,

agar gelap tak merajai dalam dada.

Sebab jika kuterus meratap,

mungkin bahagia tak akan singgah.

Bayangmu kian menjelma tak kenal jeda.

Aku menari di atas bara,

melukai diri tanpa suara.

Namun biarlah dunia percaya,

aku baik-baik saja..

Sungguh rindu ini kian membunuhku,

Datang menyerang di setiap waktu.

Semua harap hanya meratap pada malam-malam gelap.

Merelakanmu pergi bagian yang selalu gagal ku akui.


Karna sampai detik ini,

Kau adalah cinta yang takkan pernah mati.

Meski dunia memisahkan kau dan aku,

namun perasaanku akan terus menyebutmu pada setiap doa-doa.

Sungguh aku mencintaimu dengan segala keikhlasan.

Namun kehilanganmu membuatku buta pada setiap tujuan.

Kau adalah rindu yang takkan terhapus waktu..




Dy.

Jumat/14/maret/2025

Depok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monolog jingga

ELEGI FATAMORGANA

Monolog "Di Antara Janji yang Menggantung"