Sepucuk Surat yang Tak Pernah Kukirim
Kepada Nona,
yang namanya melayang di antara helai daun yang gugur, dan menari dalam angin pagi yang tak pernah kuraih.
Hatiku ini bagaikan kapal kecil yang terombang-ambing di lautan rindumu, namun tak pernah berani berlabuh di pelabuhan hatimu. Aku mencintaimu seperti bulan mencintai malam—tak pernah meminta untuk menjadi terang, hanya setia menemani dalam hening dan kesunyian.
Rasa ini hadir seperti embun pagi yang jatuh perlahan di daun-daun kering, menyegarkan tanpa suara, namun cukup untuk membuat hati ini tetap basah oleh harapan yang tak pernah bisa kurengkuh. Aku menyayangimu seperti bayang-bayang yang mengikuti langkahmu tanpa pernah menyentuhmu, tanpa pernah membuatmu sadar akan kehadiranku.
Aku tahu, kau telah menjadi milik seseorang lain, seperti bunga yang dipetik dan dimiliki oleh tangan yang lain. Aku tak hendak menjadi duri yang mengganggu keindahanmu, hanya ingin menjadi angin sepoi yang diam-diam membelai rambutmu dari jauh. Karena mencintai bukan tentang memiliki, tapi tentang menerima tanpa syarat.
Kadang, aku bertanya pada bintang-bintang di langit malam, apakah mereka pernah merasa seperti aku—bercahaya tanpa pernah disentuh, bersinar tanpa pernah dimiliki. Tapi bintang-bintang itu diam, hanya menebarkan sinar, memberi harapan dalam gelap.
Aku tak menyesal pernah mencintaimu, meski cintaku hanyalah sebuah rahasia yang tersimpan rapi di balik senyum yang tak pernah kau lihat. Aku mencintaimu dalam diam, seperti puisi yang tak pernah terucap, seperti lagu yang tak pernah terdengar.
Jika suatu hari nanti, kita dipertemukan lagi oleh takdir, aku ingin engkau tahu bahwa aku telah belajar menjadi angin—lembut, tak berwujud, namun selalu ada di sekitarmu, memberikan kesejukan tanpa menuntut balasan.
Surat ini takkan pernah sampai ke tanganmu, namun aku menulisnya agar hatiku tahu, bahwa mencintai seseorang bukanlah tentang memilikinya, melainkan tentang membiarkannya bahagia, meski jauh dariku.
Semoga hidupmu seperti pelangi setelah hujan—indah, penuh warna, dan membawa kedamaian.
Dengan cinta yang tak pernah mengganggu,
—Seorang lelaki yang mencintaimu dalam keheningan.
---
10-Juli-2022
Yuang
Komentar
Posting Komentar