“Pada akhirnya, kita tidak benar-benar kehilangan seseorang saat mereka pergi.

Kita kehilangan mereka saat kenangan mulai terasa lebih hidup daripada kehadiran mereka dahulu.

Dan yang paling menyakitkan bukan perpisahan itu sendiri, melainkan kesadaran bahwa ada begitu banyak kata yang tak sempat diucapkan, pelukan yang terlalu lama ditunda, serta perhatian yang baru terasa berharga setelah semuanya berubah menjadi ‘pernah’.

Waktu memang tidak pernah berhenti berjalan, namun hati manusia sering tertinggal di tempat yang sama—mengulang nama, mengulang tawa, dan mengulang sesal yang tak menemukan akhir.

Maka jika masih ada yang tinggal, jangan hanya dicintai dalam diam. Sebab beberapa kehilangan tidak datang untuk dilupakan, melainkan untuk mengajarkan bahwa penyesalan selalu lahir dari cinta yang terlambat diperlihatkan.”

“Tersampaikan oleh Ruang Waktu”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monolog jingga

ELEGI FATAMORGANA

Monolog "Di Antara Janji yang Menggantung"